Sejarah Desa

Sejarah Desa

Desa Hurun pada awal abad ke 18 Desa Hurun Telah dihuni oleh sekelompok orang penduduk asli Lampung, akan tetapi pada saat itu penduduk Desa Hurun belum memiliki susunan Pemerintahan Desa yang teratur, pada abad tersebut wilayah Republik Indonesia merupakan wilayah jajahan colonial Belanda, termasuk Desa Hurun yang kemudian disahkan pada tahun 1883 dalam masa pemerintahan colonial Belanda dengan penduduk asli suku Lampung.

 

Legenda asal usul Desa Hurun /Heren Abad 1828 M Nama Hurun dulunya dari asal kata heren dari bahasa Banten artinya Berhenti/istirahat
– Di berikan nama oleh Sultan Banten Hasanudin Banten saat beliau merebut Lampung /Tanjung Karang ,yang kala itu di duduki tentara Rafles Ingris ,beliau berlabuh di pantai gunung lahu yang sekarang nama Ringgung Sidodadidulu masih masuk desa Hurun /Heren saat istirahat .beliau membawa gamelan dan sinden Ronggeng dengan Armada kapal berlabuh di gunung Lahu konon di gunung Lahu ada tempat yang dalam buat kapal besar tidak kandas ,dan beliau sultan melanjutkan perjalananya dengan jalan kaki bersama pasukanya menuju kota Tanjung Karang yang di kuasai Rafles.
Saat dalam perjalanan istirahat di pinggir sungai Hurun yang konon ada pohon besar sambil istirahat memenggil warga warga di sekelilingnya sambil berbicara Heren heren /istirahat sambil makan bareng dengan lauk ikan gabus tapi menurut bahasa lampung gabus adalah hurun,maka dari itu nama tersebut di jadikan nama desa HURUN yang sebetulnya nama yang di berikan adalah Heren/Istirahat untuk itu Sultan Hasanudin Banten menunjuk Tokoh Masyarakat Hurun/Heren menjadi pemuka dengan gelar Pangeran serta di tandai pemeberian Stempel /Cap dengan hurup jawa dan Arab tertanggal 1828 M (kurang lebih demikian) bukti peninggalan sampai sekarang adalah stempel

 

BERDIRINYA DESA DESA YANG ADA DI KECAMATAN TELUK PANDAN

Tahun 1828 M Berdirinya Desa Hurun
Tahun 1936 M Berdirinya Desa Sidodadi
Tahun 1947 M Berdirinya Desa Sukajaya Lempasing
Tahun 1966 M Berdirinya Desa Hanura pemekaran dari Desa Hurun saat Transmigrasi Angkatan Darat ( TNI AD )
Tahun 2000 M Berdirinya Desa Tanjung Agung mekar dari Desa Hurun
Tahun 2013 M Berdirinya Desa Cilimus mekar dari Desa Hurun
Tahun 2013 M Berdirinya Desa Talang Mulya mekar dari Desa Hurun
Tahun 2013 M Berdirinya desa Munca mekar dari Desa Sukajaya Lempasing

Praktek budaya Adat sampai sekarang masih ada yaitu : Praktek memberikan gelar/Adok.
Media sangat di perlukan untuk saling komunikasi apapun.
Yang mengenal Ajaran Sukarno sebagian kecil yang banyak Golkar,PAN,PBB.
Perlu adanya pelestarian adat lampung khususnya seni tari sembah dan Bendana.

 

Hurun diambil dari bahasa sunda yaitu Heurun yang artinya berhenti, dimana pada waktu itu wilayah Desa hurun pernah disinggahi oleh para perantau dari pulau jawa yaitu dari daerah rangkaasbitung dan disaat mereka sampai pada daerah ini, mereka bermaksud untuk istirahat sejenak yang dalam bahasa sunda ‘ Heurun’ namum perkatan ‘Heurun’ yang mereka ucapakan ternyata terdengar oleh masyarakat setempat menjadi Hurun, Maksud dari kata tersebut yaitu kemanapun orang akan merantau pasti akan kembali lagi ke Desa (Pulang ke Desa Kembali).

Selanjutnya Desa Hurun megalami beberapa perubahan dibawah kecamatan yaitu :

  • Tahun 1883-1969, Desa Hurun masuk Kedalam Kecamatan Teluk Betung.
  • Tahun 1969-1982, Desa Hurun masuk Kedalam Kecamatan Panjang.
  • Tahun 1982-2014, Desa Hurun masuk Kedalam Kecamatan Padang Cermin.
  • Tahun 2014-Sekarang, Desa Hurun masuk Kedalam Kecamatan Teluk Pandan.

Seiring berjalannya waktu Desa Hurun juga mengalami perkembangan yaitu :

  • Pada Tahun 1930 mekar menjadi 2 Desa, yaitu Hurun dan Sidodadi
  • Pada Tahun 1940 Mekar Menjadi 3 Desa yaitu Hurun , Sidodadi dan Sukajaya Lempasing
  • Pada Tahun 1966 Mekar Menjadi 4 Desa yaitu Hurun , Sidodadi , Sukajaya Lempasing dan Hanura
  • Pada Tahun 1998 Mekar Menjadi 5 Desa yaitu Hurun , Sidodadi , Sukajaya Lempasing , Hanura dan Tanjung Agung
  • Pada Tahun 2012 Mekar Menjadi 7 Desa yaitu Hurun , Sidodadi , Sukajaya Lempasing , Hanura , Tanjung Agung,Cilimus dan Talang Mulya

Semenjak awal berdirinya Desa Hurun sedah mengalami beberapa perubahan kepemimpiman berturut –turut Jabatan Kepala Desa di Desa Hurun sebagai berikut :

 

Tabel Urutan Jabatan Kepala Desa Hurun.

NO NAMA KEPALA DESA TAHUN MEMERINTAH
1 Pangeran Mangku Negara 1843-1863
2 Batin Semawa 1863-1883
3 Sulaiman Gelar Dalom Kusuma Ratu 1883-1919
4 Raden Temanggung 1919-1923
5 Ahmad Pangeran Negara 1923-1926
6 Usman Batin Panji 1926-1927
7 Kasim radin Saleh 1927-1953
8 Husin Dalom Kusuma Ratu 1953-1967
9 M.Akip Radin Gimbakh Suku 1967-1968
10 Moh. Noeh Ali Raden Jaksa Kesuma 1968-1998
11 Syaiful Anwar 1998-1999
12 Azhar Noeh S.H 1999-2008
13 Zaifan 2008-2009
14 Ahmad Harun 2009-2012
15 Aminudin 2012-Sekarang